Sabtu, 01 Desember 2012

KETIKA ALLAH MENCIPTAKAN WANITA

Kudapat dari kiriman sahabat di e-mail beberapa bualan yang lalu... karena isinya bagus maka aku posting aja di blog...hehehe...........

 (menginspirasi wanita2 muslimah)

~Malaikat datang dan bertanya, "Mengapa begitu lama, Tuhan?"
~Tuhan menjawab, "Sudahkah kamu lihat semua detik yang AKU ciptakan untuknya?"
~Dua tangan mesti dibersihkan, setidaknya terdiri dari 200 bahagian yang boleh di gerakan & berfungsi baik agar dapat mengolah berbagai jenis makanan.
~Mampu memberikan kenyamanan bagi anak-anaknya
~Mempunyai pelukan yang menyembuhkan rasa sakit hati & kesengsaraan.
~Dan semuanya cukup dilakukan dengan kedua tangan ini.
~Malaikat menjawab, "Hanya dengan dua tangan ini?"
~"Tetapi, Engkau membuatnya begitu halus & lembut"
~"Ya, AKU membuatnya begitu lembut, tapi kamu belum dapat bayangkan kekuatan yang AKU berikan kepadanya agar ia dapat mengatasi banyak hal luar biasa"
~"Apakah dia mampu berfikir?" Tanya Malaikat
~Tuhan menjawab, "Tidak hanya berfikir, dia juga mampu berunding dan mengutarakan pendapatnya~Malaikat itu menyentuh dadanya,"Tuhan, Engkau buat ciptaan ini kelihatan lemah & rapuh, seolah banyak sekali beban untuknya"
~"Itu bukan kerapuhan, itu air mata. AKU berikan padanya supaya dia boleh mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan rasa bangga"
~"Engkau memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaan-Mu ini sungguh menakjubkan"
~"Ya, Harus.!!! Wanita ini mempunyai kekuatan untuk mempersona lelaki.
~Dia dapat mengatasi beban hidup, mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.

*Mampu tersenyum bahkan ketika hatinya menjerit.
*Mampu tertawa saat hatinya menangis.
*Dia boleh berkorban demi orang yang di kasihinya.
*Dia boleh melawan ketidakadilan.
*Dia bersorak disaat melihat temannya bahagia.
*Hatinya terluka saat melihat kesedihan.
*Dia tahu sebuah ciuman & pelukan dapat menyembuhkan luka.

"CINTANYA TANPA SYARAT "Malaikat sangat kagum, "Lalu apa kekurangannya?"Tuhan menjawab, "Hanya satu hal, Dia terkadang lupa betapa berharganya dia"

0 komentar:

Posting Komentar